Social media menjadi alat yang pada saat ini terus digunakan untuk berbagai kepentingan, baik dalam bisnis, personal branding, campaign, dan sebagainya. Wajah yang dimiliki oleh dunia marketing terlebih digital marketing, banyak diwakilkan oleh social media. Apalagi social media yang muncul pada tahun 2022 ini mulai beraneka ragam, seperti TikTok, Instagram, Facebook, Twitter, dan sebagainya. Setiap jenis social media mempunyai kriteria dan tolak ukur tersendiri untuk membantu setiap usernya mencapai tujuannya, yaitu dikenal oleh banyak orang.
Maka dari itu, untuk mendukung tujuan tersebut, diperlukan juga strategi khusus dalam pembuatan konten yang cocok ditampilkan. Misalnya adalah ketika sebuah bisnis mulai memasukkan social media sebagai media branding atau pemasarannya, maka perlu diperhatikan juga konten apa yang sesuai untuk produk atau jasanya. Ada 3 tips khusus bagaimana pelaku bisnis dapat menemukan ide konten 30 hari untuk social medianya, yaitu
- Amati target audience yang ingin disasar
Social media apapun pasti memiliki user experience yang berbeda, sehingga menimbulkan kategori user yang berbeda-beda. Misalnya untuk pengguna TikTok, akan berbeda dengan pengguna instagram. TikTok menyajikan banyak video sehingga usernya adalah orang-orang yang suka dengan gambar bergerak, sedangkan instagram masih didominasi oleh foto sehingga usernya masih orang yang menyukai foto. Namun, jangan dilupakan juga jika suatu bisnis juga harus memiliki spesifikasi audience atau target market yang dituju. Misalnya kita mempunyai jasa voice over, maka pastikan kita menjangkau target audience yang juga menyukai dunia voice over atau bahkan yang membutuhkannya. Dari situ, kita akan dapat menyusun konten apa saja yang cocok digunakan untuk menjangkau target tersebut. Kita dapat memulainya dengan menganalisis konten atau informasi yang diperlukan oleh target. Misalnya orang yang tertarik dengan jasa voice over, mungkin akan lebih banyak mencari konten yang berisi tentang berbagai portofolio dari voice over talent, konten tips tentang voice over, dan sebagainya. Setelah itu, barulah kita dapat membaginya ke berbagai bentuk konten sesuai dengan karakter social media yang kita gunakan. - Bangun percakapan dengan follower
Jika bisnis kita sudah memiliki follower, maka jangan sampai kita tidak melakukan percakapan atau membangun hubungan dengan follower. Membangun percakapan akan membantu kita mengetahui apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Apalagi social media saat ini sangat membantu kita melakukan survey secara massal dengan fitur yang mereka miliki. Misal seperti instagram yang mempunyai fitur diskusi atau polling. Kita bisa membangun kedekatan dengan melakukan survey sederhana, seperti menanyakan tanggapan mereka tentang bisnis kita, atau apa yang mereka nantikan dari kita. Ketika terkumpul, mulailah untuk membangun strategi dan menurunkannya ke berbagai konten yang menarik. Misalnya ketika follower banyak meminta soal diskon, maka kita juga sudah bisa memasukkan konten promo sebagai ide konten 30 hari tersebut. - Perhatikan trend yang sedang dibicarakan
Social media selalu membentuk trend baru setiap waktu dengan cepat. Bentuk trend tersebut bermacam-macam, ada yang berbentuk gambar meme, challenge, dance, lagu, dan sebagainya. Untuk membangun kedekatan emosional, selain kita berkomunikasi dengan mereka, kita bisa menyajikan konten yang sedang hype pada masa itu. Mengikuti trend akan membawa bisnis kita bertemu dengan khalayak baru. Misalnya saat ini sedang trend suatu meme tertentu, tidak ada salahnya meme tersebut dibungkus menjadi sebuah konten yang relevan dengan bisnis kita. Dengan begitu, khalayak mungkin akan merasa relevan juga dengan konten meme dari bisnis kita karena trendnya sedang naik pada saat itu.
Dari 3 tips diatas, tentu untuk membuat sebuah konten tidak hanya dari sebuah ide yang menarik saja. Tetapi didalamnya banyak unsur yang mendukung atau bahkan penting, seperti desain yang dibuat dan copywriting yang menjual. Maka, mulailah untuk membuat konten 30 hari agar bisnis menjadi lebih terarah dalam segi branding, pemasaran dan komunikasinya kepada khalayak.