Ada pepatah yang menyebutkan “Tak kenal, maka tak sayang”. Perkenalkan, nama saya Kartika Tri Wahyuni, seorang freelancer VO Talent Indonesia yang berasal dari Bandung, tapi panggil saja saya Karu. 

Menjadi seorang VO talent professional tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Berawal dari kesukaan menonton film dan serial yang berisi dubbing  dan menjadikannya hobi sejak mengikuti workshop voice acting di tahun 2011 silam. Saya memberanikan diri untuk mulai menapaki jalan sebagai freelancer VO talent khususnya voice acting dengan serius sejak 2 tahun terakhir dengan nama Karumiku secara remote.

Voice acting merupakan salah satu sub VO yang paling saya sukai, tapi bukan berarti saya tidak ingin melakukan sub VO yang lain. Hanya saja ada kesenangan tersendiri ketika saya melakukan voice acting. Ada proses yang mungkin tidak ditemukan pada sub VO lain, seperti bagaimana melakukan penghayatan terhadap suatu karakter dan bagaimana mengubah suara menjadi karakter yang membuat sebuah cerita atau naskah lebih hidup meskipun hanya dibawakan oleh 1 atau 2 orang saja.  

Dengan latar belakang pendidikan Bahasa Jepang dan pernah bergabung dalam circle yang bernama Red Eye, yang merupakan kumpulan seiyuu (voice actress) amatir yang anggotanya 99% orang Jepang, saya pun bisa melakukan voice acting dalam Bahasa Jepang mendekati native speaker. Hanya saja, memang memerlukan waktu lebih untuk memahami isi sebuah  script dalam Bahasa Jepang dibanding script dalam Bahasa Indonesia. Bersama dengan circle ini saya pernah terlibat dalam project audio drama yang berjudul “Blue Moon” dalam bahasa Jepang tentunya dan ditayangkan di channel youtube pendirinya. Tapi sayangnya, karena kesibukan dari para anggotanya, circle ini pun mengalami vakum sampai sekarang. 

Di era serba digital seperti sekarang ini, minat terhadap dunia Voice Over pun semakin meningkat. Tidak hanya dari dalam negeri, kita pun harus bisa bersaing dengan VO talent dari luar negeri. Oleh karena itu, sebagai salah satu VO Talent di era digital ini, saya harus memperkuat skill tidak hanya dari segi teknik VO, tapi juga pengetahuan lainnya seperti editing dan juga bahasa. Saat ini saya memiliki kemampuan 2 bahasa asing yaitu Bahasa Inggris dan Jepang, Bahasa Sunda sebagai Bahasa ibu dan Bahasa Indonesia tentunya. Bahasa asing tidak hanya saya gunakan untuk VO, tapi juga sebagai alat untuk berkomunikasi dengan klien terutama klien dari luar Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *