Iklan radio, masih menjadi trend untuk membantu sebuah brand menjadi semakin dikenal di tengah masyarakat. Meskipun radio sudah ada sejak lama, namun strategi pemasaran dengan memasang iklan radio masih dinilai sangat efektif. Hal ini dikarenakan banyaknya pendengar yang masih setia pada media ini, dan waktu luang bagi banyak orang dimanapun dan kapanpun untuk mendengarkan radio. Apalagi saat ini, radio bisa didengarkan secara online sehingga tentu jangkauan semakin mudah dan luas. Iklan radio disuguhkan dengan bermacam-macam jenis, yaitu ada yang mengiklankan produk, jasa atau bahkan iklan layanan masyarakat.

Perlu disadari jika tantangan terbesar dalam mengaplikasikan iklan radio untuk brand Anda, yaitu penulisan naskah iklan yang harus unik dan mampu menciptakan imaginasi bagi pendengar. Menyampaikan sesuatu tanpa visual, menjadi nilai lebih karena memberikan kebebasan pendengar untuk menvisualisasikan iklan. Namun, jika pesan yang ditulis dalam naskah iklan radio kurang dapat dimengerti, maka akan menjadi sia-sia dalam memasarkan produk tersebut.

Maka dari itu, untuk dapat menghasilkan iklan radio yang berhasil, salah satunya dimulai dengan menuliskan naskah radio sejelas mungkin. Mengapa? Karena nantinya naskah radio tersebut akan dilakonkan oleh voice over (pengisi suara). Sehingga inilah dua contoh format naskah iklan radio yang dapat Anda buat untuk mengiklankan produk Anda.

1. Naskah Iklan Dialog

contoh naskah iklan dialog

Dalam penulisan naskah iklan radio dialog, terdapat beberapa istilah yang harus dipahami seperti :

Musik Menunjukkan bahwa di baris itu harus diselipkan musik.
Sound Effect (FX) Suara-suara pendukung untuk menciptakan suasana tertentu.
Fade In Diciptakan situasi seolah-olah ada orang mendekat.
Fade Out Diciptakan situasi seolah-olah ada orang yang pergi menjauh.
Off Mike Situasi seolah-olah ada orang berbicara dari jauh.
Cross Fade Dua bunyi yang berpapasan
IN-UP-DOWN-OUT Musik masuk volume standar lalu mengecil dan hilang
IN-UP-DOWN-UNDER Musik masuk volume standar lalu menjadi latar belakang iklan

2. Naskah Iklan Monolog

naskah iklan monolog

Dalam penulisan naskah iklan radio monolog, terlihat lebih simpel untuk dibacakan. Hal ini dikarenakan naskah radio monolog hanya terdiri dari dua garis miring dan satu garis miring untuk menandakan tanda baca. Dua garis miring menandakan tanda baca titik dan waktunya voice over (pengisi suara) untuk mengambil napas sejenak dan satu garis miring menandakan tanda baca koma.

Voice Over, yang Terpenting untuk Menghidupkan Iklan Radio

Seperti yang kita tahu, jika iklan radio adalah seni imaginasi atau tanpa visual. Sehingga kekuatan suara akan menjadi poin utama untuk dapat menyampaikan pesan iklan secara jelas dan efektif. Tidak hanya jenis suara saja yang diperhatikan oleh seorang voice over (pengisi suara) iklan radio, tetapi juga kecepatan bicara, emosi dalam penyampaian dan intonasi.

Ketika seorang voice over (pengisi suara) dapat menyampaikan secara menarik dan sempurna sesuai dengan yang diinginkan pada naskah iklan radio, maka secara otomatis akan membuat pendengar menjadi ingin melakukan pembelian pada produk. Atau jika iklan yang disampaikan adalah iklan layanan masyarakat, maka setidaknya akan membuat pendengar mau fokus mendengarkan pesannya dan melakukan apa yang dianjurkan pada iklan. Oleh sebab itu, pemilihan voice over (pengisi suara) perlu diperhatikan seperti yang sesuai dengan kebutuhan dan kriteria iklan. Jadi, semua dimulai dari naskah iklan radio yang dibuat secara jelas, pemilihan voice over (pengisi suara) yang berkarakter dan menghidupkan imaginasi pendengar, dan edit suara untuk menambahkan sound effect sehingga iklan menjadi lebih menarik untuk didengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *