Berbicara mengenai dunia voice over, sudah pasti akan sangat erat kaitannya dengan suara. Banyak hal yang dapat seorang voice over talent lakukan untuk menunjang produksi suaranya. Pada dasarnya, selain menjaga kualitas suara melalui konsumsi makanan sehat, alat bantu juga memiliki peranan yang penting dalam memproduksi suara. Salah satu alat yang tidak asing lagi dan pasti sudah banyak dikenal orang adalah mikrofon.

Mikrofon sendiri akan sangat membantu dalam mempertajam kualitas suara, sekaligus sebagai peredam dari berbagai macam noise ketika kita berada dalam proses pengambilan suara. Namun, mikrofon sendiri ternyata juga memiliki berbagai macam jenis dengan berbagai macam kegunaan. Berikut ini merupakan beberapa contoh jenis mikrofon yang dapat kalian temukan di pasaran:

1. Mikrofon Dinamik

Merupakan jenis mikrofon yang paling sering kita temukan dan kita lihat penggunaannya. Sering digunakan oleh penyanyi, atau sering juga dapat kalian jumpai di tempat karaoke. Mikrofon berjenis dinamik ini memiliki karakter penangkapan suara yang khas dengan jenis cardioids, less sensitive. Maksud dari penangkapan suara cardioid ini merupakan pola penangkapan suara yang tidak lebar dan berfokus dari arah depan, sehingga tidak akan mengambil noise, dengan kata lain akan sangat cocok digunakan di ruang yang tidak memiliki treatment acoustic yang baik. Mikrofon dinamik memiliki frequency response yang biasanya mengutamakan frequency low dan mid, sehingga bisa dikatakan bahwa penciptaan mikrofon ini memang ditujukan untuk merekam vokal suara manusia, dan instrumen yang berada pada range frekuensi tersebut.

Bisa dikatakan bahwa Mikrofon dinamik, dengan beberapa karakteristik yang telah dituliskan di atas, merupakan mikrofon yang paling tepat digunakan untuk merekam voice over. Bahkan industri broadcasting bersandar pada Mikrofon dinamik. Sebut saja industri radio, dan podcast, hampir semuanya menggunakan jenis mikrofon ini. Beberapa contoh mikrofon yang biasa digunakan pada radio dan podcast adalah Shure SM-7B, Electro Voice RE-20, dan Shure SM58.

2. Mikrofon Kondenser

Mikrofon kondenser bisa dibilang sebagai kebalikan dari mikrofon dinamik. Mikrofon kondenser ini merupakan mikrofon yang cukup kompleks dalam penggunaannya karena untuk menggunakan mikrofon berjenis ini, kita harus memiliki daya tambahan melalui audio interface yang biasa disebut sebagai phantom power. Mikrofon kondenser yang biasa dijual dipasaran biasanya memiliki jenis penangkapan suara omni directional, yang mana dalam pola penangkapannya pattern ini sangat luas dan sangat sensitif dan bisa menangkap suara noise yang mungkin tidak kita inginkan seperti noise ambience, noise reverb, dan banyak noise lainnya. Untuk itulah, ketika menggunakan mikrofon ini, kita diwajibkan untuk melakukan treatment acoustic yang benar agar suara yang direkam betul-betul baik.

Dengan karakteristik yang disebutkan di atas, mikrofon ini sangat dapat diandalkan untuk merekam suara apapun, mulai dari suara manusia hingga suara instrumen. Frequency response dari mikrofon ini cukup beragam, namun dapat dikatakan bahwa mikrofon ini biasanya mempertajam frekuensi mid dan mid high. Salah satu catatan penting untuk menggunakan mikrofon ini adalah, pastikan kalian memfasilitasi ruangan kalian dengan layak, seperti dengan pemberian peredam suara, agar suara yang anda rekam dan dihasilkan tidak memantul. Beberapa mikrofon kondenser yang biasa digunakan untuk melakukan perekaman suara, khususnya voice over adalah Neuman u87, dan beberapa mikrofon lain seperti Samson C03, dan Rode NT-1.

3. Mikrofon USB

Mikrofon USB adalah sebuah jenis mikrofon yang paling baru ditemukan di industri produksi alat audio yang mulai dipasarkan semenjak tahun 2016. Sebenarnya, yang membedakan mikrofon USB dari dua mikrofon di atas adalah jenis interkoneksinya yang menggunakan kabel USB. Mikrofon analog biasanya menggunakan koneksi XLR, sedangkan mikrofon USB menggunakan kabel USB type B untuk mengkoneksikan mikrofon ini dengan komputer atau perangkat gadget favorit mu.

Mikrofon USB termasuk mikrofon yang menjadi favorit sekarang ini karena apabila dibandingkan dengan dua mikrofon di atas, mikrofon USB memang sangatlah budget friendly. Namun, mikrofon ini masih memiliki kekurangan dari segi kualitas apabila dibandingkan dengan jenis mikrofon lainnya diatas, oleh karena itu mikrofon USB belum dapat dikatakan menjadi salah satu alat standar perekaman profesional.

Itulah beberapa jenis-jenis mikrofon yang dapat kita jumpai di pasaran, dengan berbagai perbedaan yang sudah dijelaskan, pastikan kalian memilih mikrofon yang tepat untuk dapat menciptakan kualitas produksi suara yang baik dan pastinya, teruslah berlatih!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *