Naskah News Feature
Krisis Moneter, Pengertian Hingga Dampaknya
KOMPAS.com– Krisis moneter pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1997. Kemudian berpengaruh pada perekonomian dan usaha di Indonesia.
Diambil dari buku Monetary Policy Strategy (2007) karya Frederic S Mishkin, krisis moneter adalah krisis yang berhubungan dengan keuangan suatu negara.
Ditandai dengan keadaan keuangan yang tidak stabil akibat lembaga keuangan dan nilai tular mata uang yang tidak berfungsi sesuai dengan harapan.
Penyebab krisis moneter
Ada beberapa penyebab krisis moneter pada suatu negara, diantaranya:
1. Kesenjangan produktifitas akibat lemahnya alokasi aset ataupun faktor produksi.
2. Tidak seimbangnya struktur di dalam sejtor produksi.
3. Stok utang luar negeri swasta yang besar dan berjangka pendek, sehingga kondisi tidak stabil. Hal ini terjadi karena para menteri di bidang ekonomi maupun perbankan merasa terlalu percaya diri dengan syarat utang swasta.
4. Adanya kelemahan sistem perbankan di suatu negara. Dengan kelemahan tersebut, masalah utang swasta eksternal beralih menjadi masalah perbankan dalam negeri.
5. Ketergantungan pada utang luar negeri yang berhubungan dengan perilaku pelaku bisnis cenderung memobilisasi dana dalam bentuk mata uang asing.
6. Tidak jelasnya perubahan politik maka akan menjadi persoalan ekonomi.
7. Perkembangan situasi politik yang makin menghangat akibat krisis ekonomi, akan berdampak besar pda perekonomian itu sendiri.
Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan konsensus pokitik secara nasional. Fokus pada pilihan pokitik untuk merekonsiliasi keperluan penyelesaian secara tuntas terhadap masalah.
Dengan adanya konsensus politik secara nasional, suatu negara dapat menyusun Program Nasional untuk kelur dari krisis dan memulihkan kembali pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk memberantas pengangguran, kemuskinan, dan utang nasional.
(to be continued)
Naskah News Feature
Tari Suanggi, Tarian Bernuansa Magis dari Papua Barat
KOMPAS.com – Tari Suanggi berasal dari Papua Barat yang kental dengan nuansa magis.
Beberapa tarian Papua cenderung terkesan berawal dari gerakan ritual dan upacara.
Dalam buku 70 Tradisi Unik Suku Bangsa di Indonesia (2019) oleh Fitri Haryani, tari Suanggi adalah bentuk ekspresi masyarakat Papua Barat yang masih meyakini adanya nuansa magis.
Tari Suanggi memiliki makna yang dalam. Berawal dari kisah seorang suami yang ditinggal mati istrinya karena korban makhluk anggi-anggi (jadi-jadian).
Menurut kepercayaan masyarakat Papua Barat, suanggi merupakan roh jahat yang belum mendapatkan kenyamanan di alam baka. Roh jahat tersebut akan merasuki tubuh seorang wanita.
Jika ada korban, para tetua akan segera mencari tahu siapa perempuan suanggi yang sudah mencelakai korban. Kentalnya nuansa magis tersebut kemudian dirangkum menjadi tarian Suanggi yang dikenal sampai sekarang.
Sebelum penari mulai menarikan Suanggi harus diawali dengan ritual yang dipimpin tetua suku.
Gerak tari Suanggi
Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, fungsi tari Suanggi adalah untuk mengusir roh jahat.
Bedanya dengan tarian mengusir roh jahat yang lain, tari Suanggi untuk mengusir arwah yang masih memiliki janji namun belum dipenuhi.
Setiap gerakan yang dilakukan pada tari Suanggi lebih menyerupai aktivitas dukun atau orang dengan kekuatan magis yang akan menyembuhkan suatu penyakit.
Busana tari Suanggi menggunakan pakaian tradisional Papua Barat. Tarian ini hanya ditampilkan ketika ada seorang warga yang meninggal. Tidak untuk pertunjukan umum atau pentas seni.
(to be continued)