Naskah News
Perjalanan 50 Tahun KTB Fuso di Indonesia, Mulai dari Truk Kepala Kuning hingga eCanter
Jakarta, MobilKomersial.com – Siapa yang tidak kenal truk “kepala kuning” yang kini memasuki usia 50 tahun dalam perjalanannya di industri otomotif Indonesia. PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), sebagai distributor resmi truk Fuso di Indonesia, sukses mencatat namanya di sejarah Indonesia, sebagai penjual truk terbanyak hingga usianya memasuki 50 tahun kini.
Bahkan pada Januari 2017 lalu, KTB berhasil mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai perusahaan dengan “Pencapaian Penjualan Truk Terbanyak” di Tanah Air. Tentu saja hal tersebut merupakan hasil kesuksesan dari perjalanan panjang KTB berkiprah di Indonesia.
“Atas pencapaian tersebut, kami tentunya semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia,” ujar Direktur Sales & Marketing KTB, Duljatmono.
Berawal dari tahun 1970, saat PT New Marwa menjadi distributor resmi Mitsubishi Colt Diesel T100, sambutan positif dari model truk pertama tersebut menjadikan tombak kesuksesan KTB. Besarnya respon masyrakat pun mendorong New Marwa menghadirkan generasi penerusnya yakni T120
Tepat pada tahun 1973, PT New Marwa berubah nama menjadi PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), yang kemudian menghadirkan generasi ketiga dari Mitsubishi Fuso, yakni Canter T200.
Lalu pada tahun 1979, barulah Tipe FE101 dan FE111 yang berwarna kuning muncul, diikuti kehadiran 104 di tahun 1984 sebagai Colt Diesel 4 ban.
Kedua truk inilah yang menjadi awal dari julukan truk “kepala kuning” yang sangat sukses di pasaran kala itu. Awal dari julukan itu bermula saat KTB menggunakan warna khas kuning pada kedua unit terbarunya, yang hingga kini menjadi ciri khas dari produk KTB.
(to be continued)
Naskah News
Jalan Tol di Indonesia Akan Mencapai 2.724 Km pada 2024
Jakarta, MobilKomersial.com – Pembangunan jalan tol hampir di seluruh Indonesia terus dilakukan, sebagai bentuk dukungan infrastruktur dalam mobilitas masyarakat. Selain itu, pembangunan tersebut juga mendukung perkembangan industri otomotif di tanah air.
Data dari Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dijelaskan bahwa nantinya Indonesia akan memiliki jalan tol sepanjang 2.724 km pada tahun 2024.
Plt. Anggota BPJT Unsur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mahbullah Nurdin, lewat konferensi virtualnya.mengatakan bahwa pembangunan jalan tol masuk sasaran utama pembangunan infrastruktur 2020-2024. Jalan tol sendiri telah masuk klaster infrastruktur ekonomi, dengan target waktu tempuh jalan utama pulau sekitar 2,2 jam per 100 km.
“Selama 2020-2024, pemerintah menargetkan pembangunan tol baru mencapai 2.000 km dan jalan nasional baru 2.500 km,” ujar Nurdin.
Selain itu, Nurdin juga menambahkan transformasi bisnis jalan tol di Indonesia terdiri atas empat tahap. Pertama, inisiasi yang dimulai pada 1978-2005, lalu konsolidasi 2005-2014, akselerasi 2014-2019, dan TIM (Transformasi, inovasi, modernisasi) pada 2019-2014.
Dia menegaskan, transformasi berarti penciptaan nilai tambah, lalu inovasi berarti tumbuhnya gagasan baru, serta modernisasi yang menekankan pada pengalaman pengguna tol serta manajemen jalan tol. Modernisasi meliputi sistem transaksi, lalu lintas, dan aset infrastruktur.
“Salah satu modernisasi yang kami lakukan adalah sistem pembayaran. Sistem transaksi tol berubah dari tunai menjadi non tunai. Ke depan, kami akan masuk MLFF (multilane free flow) yang masih dalam tahap pelelangan,” pungkas Nurdin.
(to be continued)